Kiat agar Otak Tetap Tajam Sampai Tua

Kiat agar Otak Tetap Tajam Sampai Tua

Saat memasuki usia 30-an, kemampuan  berpikir seseorang bisa saja mulai menurun. Bahkan menginjak usia 60-an, penuaan sel-sel saraf dalam otak tak bisa terhindarkan, sehingga kerap  memicu terjadinya kepikunan atau demensia.

Meski proses penuaan ini tidak dapat dihindari, namun ada upaya yang dilakukan supaya kepikunan  dapat dihindari atau setidaknya ditunda. Menurut para ahli, kepikunan dapat dihindari dengan membiasakan gaya hidup sehat dan melakukan stimulasi kognitif agar sel-sel otak terus aktif. Dengan begitu, sel-sel saraf akan terus menghasilkan zat neurotransmitter yang dibutuhkan otak.

Nah..supaya  kemampuan otak Anda terpelihara sampai tua.  Ada baiknya Anda melakukan beberapa aktivitas di bawah ini disesuaikan dengan usia. lihat yuk…

Usia 30-an:

Flossing setiap hari :
Kebiasaan menyukai permen dan melupakan flossing ada kesamaannya. Keduanya sama-sama berkontribusi menimbulkan plak pada gigi, dan juga ternyata sangat buruk pada otak anda.

“Plak di antara gigi dapat menyebabkan reaksi imun yang dapat menyerang arteri, sehingga tak dapat mengirim nutrisi yang vital ke sel otak,” ucap Michael Roizen, MD, penulis YOU-The Owner’s Manual: An Insider’s Guide to the Body that Will Make You Healthier and Younger. Lalu apa solusinya? Lakukan flossing setiap hari saat mengawali aktivitas di pagi hari.

Makan ikan :
Tengoklah ke laut untuk memberi “makan” otak Anda makan. DHA, sejenis asam lemak omega 3 yang dapat ditemukan di salmon, ikan  trout, dan beberapa makanan fortifikasi, seperti yoghurt dapat meningkatkan daya ingat anda.

“DHA menurunkan peradangan arteri  dan meningkatkan perbaikan lapisan pelindung di sekitar saraf, “ kata Dr. Roizen. “Hasilnya, berkaitan dengan umur, berkurangnya penurunan ingatan, berkurangnya penyakit Alzheimer, depresi, dan pikiran yang lebih cepat.”

Usia 40-an

Curi mainan Si Kecil :
Ada versi baru Kubus Rubik yang pernah anda cintai sewaktu kecil. Bentuknya tiga dimensi seperti 360 derajat dan ini sangat baik untuk otak di setiap umur, karena dapat mempertajam kemampuan menyelesaikan masalah, ucap ahli psikologi saraf, Karen Spangenberg Postal, PhD, yang juga presiden Massachusetts Psychological Association.

Kuncinya : Saat anda bermain, anda bekerja dengan memori, strategi dan ketrampilan spasial yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan otak. Bagaimana kalau anda frustasi bermain Kubus? Jangan khawatir: setiap permainan yang menuntut anda berpikir akan sangat membantu.

Sempatkan olahraga :
Paculah detak jantung anda tiga kali dalam seminggu selama 20 menit. Bahkan hanya dengan berjalan kaki, akan memasok otak Anda dengan oksigen dan membantunya menumbuhkan sel baru.

“Latihan aerobik dua hingga tiga kali sama efektifnya seperti aktivitas latihan otak,” ucap Sam Wang, PhD, Professor ilmu saraf di Princeton University dan penulis Welcome to Your Brain: Why You Lose Your Car Keys but Never Forget How to Drive dan Other Puzzles of Everyday Life.

Tak masalah jika anda tak punya waktu untuk ke gym pada akhir minggu.
Penelitian terbaru menunjukkan, olahraga sedang hingga berat meski
hanya sekali seminggu (misalnya joging akhir pekan) dapat membuat
anda 30 persen mempertahankan fungsi kognitif anda seperti usia anda.

Mulailah klub bridge :
Jika Anda bosan dengan klub buku dan lelah dengan pesta malam, permainan kartu bridge cepat dianjurkan oleh para dokter. Kombinasi strategi dan memori pada bridge menantang otak untuk mempelajari informasi baru dan melatih sel-sel sehingga tidak mati, ucap Dr Postal. Bersosialisasi sambil bermain kartu pun memberi penyegaran bagi otak, yang tak dapat ditawarkan pada permainan solo.

Umur 50an ke atas

Pakailah sumpit
Penelitian menunjukkan bahwa dengan melibatkan sel-sel saraf di ujung jari secara langsung merangsang otak Anda,” kata Maoshing Ni, PhD, penulis Second Spring: Dr. Mao’s Hundreds of Natural Secrets for Women to Revitalize and Regenerate at Any Age.

Memakai sumpit, merajut, atau bermain dengan pen atau pensil di antara jemari anda, dapat membantu otak dengan meningkatkan peredaran darah.

Bermain video game
Anda tak perlu merasa terlalu tua bermain Wii atau permainan lainya yang melatih otak.”Saat ada sesuatu yang baru dalam video game, anda akan merangsang berbagai bagian otak yang biasanya tidak anda gunakan dari hari ke hari,” kata Reon Baird, PhD, ahli psikologi saraf dari  Long Beach Memorial Medical Center.

Hati-hati dengan Obat-obatan
Hati-hati menggunakan pil tidur atau penghilang rasa sakit.  Penelitian di Clinical Interventions in Aging menunjukkan obat-obatan tanpa resep dapat menyebabkan “kerusakan kognitif” seperti  kebingunan pada orang paruh baya. Obat yang dikenal sebagai diphenhydramine (banyak terdapat pada obat alergi dan penghilang rasa sakit pada malam hari) memiliki efek “anticholinergic”, yang memblok hubungan antar sel saraf.

Pengaruh Internet di Dunia Pendidikan

Perkembangan teknologi komputer dan telekomunikasi sudah sedemikian cepat sehingga merasuk dalam kehidupan manusia sehari-hari. Tanpa disadari produk teknologi sudah menjadi kebutuhan manusia di Indonesia. Penggunaan televisi, telepon, fax, cellular phone (handphone), dan sekarang komputer sudah bukan menjadi hal yang aneh dan baru, khususnya di kota-kota besar. Mulai dari orang tua sampai anak-anak pun tak ketinggalan untuk mengikuti perkembangan jaman yang begitu pesat ini.

– Internet Untuk Pendidikan

Pada abad ke 21, komputer menjadi suatu media yang sangat konvensional di dunia, terlebih dengan teknologi lain yang telah ditanamkan di dalamnya yaitu jaringan internet. Jaringan internet adalah jaringan komputer yang mampu menghubungkan komputer di seluruh dunia, sehingga informasi dalam berbagai jenis dan dalam berbagai bentuk dapat dikomunikasikan antar belahan dunia secara instan dan global. Teknologi informasi telah membuka mata dunia akan sebuah dunia baru, interaksi baru, market place baru, dan sebuah jaringan bisnis dunia yang tanpa batas.

Disadari betul bahwa perkembangan teknologi yang disebut internet, telah mengubah pola interaksi masyarakat, yaitu; interaksi bisnis, ekonomi, sosial, dan budaya. internet telah memberikan kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, perusahaan, industri maupun pemerintah. Hadirnya internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi operasional perusahaan, terutama peranannya sebagai sarana komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh sebuah badan usaha dan bentuk badan usaha atau lembaga lainya. Dalam upaya meningkatkan proses pendidikan di tanah air dan menyambut berkembangnya teknologi komunikasi di abad milenium ini, ilmu mendapat penghargaan sangat tinggi. Dalam melakukan transfer ilmu banyak sarana yang dapat digunakan. Salah satunya adalah dengan internet. Melalui media internet, ilmu dapat disebarluaskan secara tepat, murah dan handal. Jarak tidak lagi merupakan kendala dan perbedaan waktu karena faktor geografi tidak menjadi halangan bagi seseorang yang ingin mengakses ilmu pengetahuan.

Penggunaan internet sebagai media pendidikan dapat dianggap sebagai sesuatu yang baru. Fenomena baru dibidang pendidikan ini diharapkan mampu menjadi solusi atas problematika yang terjadi selama ini. Telah banyak situs pendidikan yang tersaji di internet, yang menyediakan informasi keilmuan, artikel dan buku virtual (e-book), informasi sekolah, beasiswa bahkan perguruan tinggi virtual. Teknologi ini juga telah dimanfaatkan oleh banyak lembaga pendidikan sebagai kekuatan untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat dewasa ini. Apalagi menyongsong diterapkannya sistem otonomi sekolah.

E-education, istilah ini mungkin masih asing bagi bangsa Indonesia. E-education (Electronic Education) ialah istilah
penggunaan IT (Information Technology) di bidang Pendidikan. Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses, sekarang akses terhadap sumber informasi bukan menjadi masalah lagi. Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya. Adanya Internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat berupa Digital Library. Sudah banyak cerita tentang pertolongan internet dalam penelitian atau tugas akhir. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat dilakukan melalui internet. Tanpa adanya internet banyak tugas akhir dan skripsi yang mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk diselesaikan.

Dewasa ini, penggunaan internet telah merasuk pada hampir semua aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi, pendidikan, hiburan, bahkan keagamaan. Pendeknya apa saja yang dapat terpikirkan. Para pelajar merupakan salah satu pihak yang paling diuntungkan dengan kemunculan internet. Aneka referensi, jurnal, maupun hasil penelitian yang dipublikasikan melalui internet tersedia dalam jumlah yang berlimpah. Para mahasiswa tidak lagi perlu mengaduk-aduk buku di perpustakaan sebagai bahan untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah.Dalam era ini, banyak pelaku pendidikan memanfaatkan internet untuk memperoleh artikel-artikel yang dapat mendukung dan dapat dijadikan bahan acuan dalam penyusunan skripsi atau paper-paper lainnya. Selain itu adanya e-book baik yang free
maupun yang berbayar memudahkan para pelajar dalam membacanya. Cukup dengan flashdisk seukuran permen, para mahasiswa dapat mengkoleksi ratusan atau bahkan ribuan e-book yang tersebar dalam internet. Mulai dari science, olahraga, komik, novel, religi, sampai dengan hal-hal mistik.

Cukup dengan memanfaatkan search engine, materi-materi yang relevan dapat segera ditemukan. Selain menghemat tenaga dalam mencarinya, materi-materi yang dapat ditemui di internet cenderung lebih up-to-date. Akibatnya, materi ilmiah yang diterbitkan melalui internet cenderung lebih aktual dibandingkan yang diterbitkan dalam bentuk buku konvensional. Selain itu, globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dari dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja dan kompetitif.

– Belajar di Internet

Salah satu masalah pendidikan yang tak henti-hentinya dibicarakan, ialah sistem pendidikan yang belum mampu membangun generasi yang dapat mengatasi tantangan perubahan zaman seperti krisis ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Begitu gencarnya masalah pendidikan dibicarakan, menandakan masalah pendidikan ini perlu mendapat perhatian dan penanganan yang sungguh-sungguh. Secara umum berbagai kalangan menyoroti bahkan mempertanyakan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya masalah prestasi belajar yang perlu mendapat perhatian. Istilah prestasi belajar sudah biasa diucapkan oleh hampir setiap pemerhati pendidikan dan orang tua murid. Tetapi di balik ungkapan tersebut, kadang kala makna atau hakekatnya belum dipahami secara baik. Masalahnya menyangkut ukuran prestasi belajar dan faktor-faktor apa saja yang menunjang serta yang menghambat prestasi pelajar itu. Semuanya belum secara tuntas teruraikan dan mendapatkan jawaban yang tepat. Oleh karena itu masalah prestasi belajar menarik diteliti untuk mendapat jawaban yang memadai.

Dengan adanya kemajuan internet, informasi yang dulunya sulit digapai kini begitu mudah diakses hanya dengan beberapa klik pada komputer. Padahal kita semua memaklumi bahwa era informasi seperti sekarang ini, siapa yang mendapat informasi terlebih dahulu maka ia lebih unggul daripada yang lain. Tidak sulit pula mahasiswa sudah terbiasa memanfaatkan fasilitas akses internet yang ada disekolah, kampus, cafe, hotspot maupun di warung-warung internet (warnet), ketika mereka membutuhkan untuk mencari sumber informasi sebagai bahan belajar ataupun bahan penelitian.

* Dampak Positif:

1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
4. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.
5. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan
lain-lain
6. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu
pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.

*Dampak Negatif :
-Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen browser melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat

Baca lebih lanjut

KARAKTERISTIK REMAJA DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN

Tugas utama seorang guru adalah mengajar dan dalam proses pembelajaran yang dihadapi adalah anak manusia yang bersifat “unik”. Dalam hal ini, kata unik berarti bahwa tidak ada manusia yang sama dan kondisi mereka pun sendiri tidak menetap. Ini diartikan bahwa setiap manusia diciptakan berbeda satu dengan yang lainnya, baik secara karakter dan budaya yang mereka dapatkan. Dan dengan seiring waktu, situasi dan kondisi lingkungan serta factor intern akan mempengaruhi sikap, emosi dan cara penyesuaian diri dengan orang-orang sekitar mereka dan lingkungannya. Inilah yang membuat setiap anak didik itu berbeda.

Begitu juga bila kita akan mengajar dengan anak usia 12 keatas, dimana mereka dalam suatu masa yang disebut masa remaja. Keunikan para remaja terletak dalam individualismenya, bukan pada masa remajanya.  Remaja dalam bahasa aslinya disebut adolescence, yang artinya : “ tumbuh / tumbuh untuk mencapai kematangan”. Menurut Hurlock, adolescence adalah tumbuh untuk mencapai kematangan mental, emosional,social,dan fisik. Menurut Piaget, remaja adalah suatu usia dimana individu yang menuju manusia dewasa,suatu usia dimana anak tidak merasa berada dibawah tingkat orang yang lebih tua,melainkan merasa sama/ paling tidak sejajar. Bila dilihat usia, siswa SLTP dan SLTA termasuk masa remaja. Masa ini meliputi 1) Remaja awal : 12-15 tahun, 2) Remaja madya : 15-18 tahun, 3) Remaja akhir : 19-22tahun( Konopka(Pikunas,1976)). Untuk mengetahui lebih lanjut tentang remaja, pada urian berikut akan dijelaskan  karakteristik umum perkembangan remaja,karakteristik perkembangan siswa sekolah menengah, dan upaya serta implikasinya dengan proses pembelajaran.

KARAKTERISTIK UMUM PERKEMBANGAN REMAJA

Remaja sering kali disebut masa pencarian jati diri, oleh Erickson disebut dengan identitas ego. Oleh karena itu, terdapat sejumlah sikap yang sering ditunjukkan oleh remaja yaitu:

  • Kegelisahan

Remaja mempunyai banyak adealisme angan-angan yang hendak diwujudkan dimasa depan. Akan tetapi, dengan kemampuan yang kurang belum memadai remaja untuk mewujudkannya. Sering angan-angan itu lebih besar dari kemampuannya. Tarik- menarik antara angan- angan yang tinggi dengan kemampuannya yang masih belum memadai mengakibatkan mereka meliputi perasaan kegelisaan.

  • Pertentangan

Sebagai individu dengan penuh ego, terkadang mereka ingin melepaskan diri dari orang tua. Namun dengan kemampuan yang belum mandiri dan belum berani mengambil resiko, terkadang timbul pertentangan antara diri sendiri maupun dengan orang lain.

  • Menghayal

Dengan berbagai angan- angan yang banyak, namun tak terealisasi. Banyak remaja mengaplikasikannya dengan menghayal.  Membentuk dunia fantasi mereka untuk mencapai kepuasaan. Namun tak selamanya menghayal merupakan hal negative,terkadang khayalan dapat melahirkan ide yang bersifat konstruktif.

  • Aktivitas Kelompok

Kebanyakan remaja menemukan jalan keluar dari kesulitan/ rasa depresi mereka dengan berkumpul dengan rekan sebaya dan melakukan kegiatan yang mereka sukai.

  • Keinginan Mencoba Segala Sesuatu.

Pada umumnya, rasa ingin tau remaja sangat tinggi. Remaja cenderung ingin berpetualang,menjelajah segala sesuatu dan mencoba segala sesuatu yang belum pernah dialaminya. Oleh karena itu penting bagi remaja diberikan bimbingan agar rasa ingin taunya terarah kepada kegiatan yang positif ,kreatif, produktif.

KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN SISWA SEKOLAH MENENGAH ( USIA REMAJA)

A. Karakteristik Aspek-Aspek Perkembangan Remaja

  • Aspek Fisik

Ditandai dengan matangnya organ- organ seksual. Konsentrasi  hormon – hormone tertentu meningkat secara dramatis pada masa remaja, seperti hormone testoteron dan estradiol.

  • Aspek Intelektual,

Masa remaja sudah mencapai tahap perkembangan berfikir  operional formal, dengan cirri-ciri :

a)      Cara berfikir yang tidak hanya sebatas disini dan sekarang, tetapi juga terkait dengan dunia kemungkinan/ masa depan.

b)      Kemampuan berfikir hipotetik

c)      Kemampuan melakukan eksplorasi dan ekspansi pemikiran, horizontal berfikirnya semakin luas(seperti menyangkut aspek-aspek social,moralitas agama,dan keadilan).

  • Aspek Emosi

Masa remaja merupakan puncak emosionalitas. Pertumbuhan organ- organ seksual mempengaruhi emosi/perasaan baru yang belum pernah dialami, seperti : rasa rindu, cinta dll.

  • Aspek Sosial

Pada masa ini perkembangan social cognition,yakni kemampuan memahami orang lain. Kemampuan ini mendorong remaja untuk menjalin hubungan social dengan teman sebaya. Masa ini juga ditandai dengan berkembangnya sikap conformity,yaitu kecendrungan untuk meniru, mengikuti,opini,pendapat, kebiasaan, hobby,dll.

  • Aspek Kepribadian

Erikson (Adams &Gullota, 1983:36-37;Conger, 1977:92-93) berpendapat bahwa remaja merupakan masa berkembangnya identity. Identity merupakan vocal point dari pengalaman remaja, karena semua krisis normative yang sebelumnya telah memberikan konstribusi kepada perkembangan identitas ini. Anita E.Woolfolk mengartikan identity, sebagai “ suatu pengorganisasian dorongan- dorongan, kemampuan-kemampuan, keyakinan,dan pengalaman siswa ke dalam citra diri yang konsisten. Salzman (Pikunas: 1976) masa remaja ditandai dengan berkembangnya sikap tergantung kepada orangtua kearah kemandirian, minat seksualitas, kecenderungan untuk merenung/ memperhatikan diri sendiri, nilai-nilai estetika dan isu-isu moral. Apabila remaja gagal mengembangkan  rasa identitasnya, maka remaja akan kehilangan arah, bagaikan kapal yang kehilangan kompas. Dampaknya mereka mungkin akan mengembangkan prilaku yang menyimpang,melakukan kriminalitas/ menutup diri.

  • Kesadaran Beragama

Pentingnya remaja memiliki landasan hidup yang kokoh, yaitu nilai moral,terutama yang bersumber dari agama. Terkait dengan kehidupan beragama remaja,ternyata mengalami proses yang cukup panjang untuk mencapai kesadaran beragama yang diharapkan.

IMPLIKASI KARAKTERISTIK REMAJA TERHADAP PENDIDIKAN

Lingkungan sekolah mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan jiwa remaja. Sekolah selain mengemban fungsi pengajaran juga fungsi pendidikan. Dalam kaitan pendidikan sekolah dalam istilahnya ‘rumah kedua’ bagi siswa, merupakan tempat rujukan dan perlindungan jika remaja mengalami masalah.  Upaya-upaya yang dapat dilakukan pengajar dalam hal memahami siswa sebagai sosok remaja, yaitu:

  • Membantu siswa dalam menemukan jati diri dan menghadapi kegagalan yang dihadapinya.
  • Emosi yang memuncak adalah karakteristik dari remaja. Guru dapat membimbing  remaja untuk pengendalian emosi negative.
  • Mengajari cara memahami orang lain dan toleransi merupakan cara guru dalam mendidik remaja.

Dengan mempelajari berbagai karakteristik remaja akan sangat membantu siswa yang masih dalam masa remaja, untuk keberhasilan proses pengajaran. Karena setiap remaja berbeda,maka guru mau tidak mau harus bisa menjadi teman dan orang tua bagi remaja itu sendiri. Diperlukan sikap polos, objektif terhadap siswa,adil dan menunjukkan perhatian serta rasa simpatik dalam menghadapi remaja.